Polres Kukar Bentuk Polisi Sekolah

Oleh Admin  //  13 Februari 2013  //  Ekonomi

TENGGARONG – Mengantisifasi kenakalan remaja saat ini, Polres Kukar telah membentuk polisi sekolah. Setidaknya, terdapat 47 siswa yang telah dikukuhkan menjadi polisi sekolah tersebut. Mereka terdiri dari SMA dan SMP. “ 47 polisi sekolah tersebut terdiri dari 20 siswa SMAN 1 dan 27 siswa SMPN 1 Tenggarong,” kata Kasubag Humas AKP Suwarno,SH. kemarin.47 polisi sekolah itu dikukuhkan sejak tanggal 4 Februari lalu. Sebelum dikukuhkan, mereka menjalani pembinaan di Polres Kukar selama seminggu, mulai tanggal 29 Januari hingga 4 Februari. “ Selama pembinaan, mereka mendapatkan materi dari semua fungsi satuan di Polres Kukar. Mulai dari Satuan binmas, reskoba, reskrim, dan Satlantas,” jelas Suwarno.

Tujuan dilakukan pembentukan polisi sekolah ini, papar Suwarno, agar meningkatkan kesadaran dan taat terhadap hukum serta norma, baik dilingkungan sekolah maupun dilingkungan sekitarnya. “ Tapi yang lebih penting yakni, agar mereka bisa lebih mengenal polisi lagi, dan biar mereka cinta dengan polisi, agar lebih bersahabat,” ungkapnya.
Mereka yang terpilih menjadi polisi sekolah merupakan siswa yang terpilih. Mereka tidak ditunjuk langsung oleh pihak sekolah, tapi pihak kepolisian dan pihak sekolah-lah yang melakukan seleksi di sekolah. “ Kita pilih langsung, kita lihat dari fisik dan tingkah laku mereka selama disekolah maupun diluar. Dan mereka yang telah menjadi polisi sekolah, selalu mengenakan ban lengan ditangannya bertuliskan polisi sekolah,” terangnya.Jadi, lanjutnya, setelah menjadi polisi sekolah, para siswa tersebut bertugas untuk melakukan pengawasan atau memantau. “ Kalau ada aksi kriminalitas di sekolah, mereka bisa langsung melaporkannya ke guru. Kemudian guru melaporkannya ke kami (pihak kepolisian),” ucapnya.
Dengan terbentuknya polisi sekolah ini, tentunya mendapatkan dukungan penuh dari Kapolres Kukar AKBP I Gusti Kade Budhi Harryarsana. Namun untuk sementara, baru dilakukan di dua sekolah. “ Ini baru pylot projectnya (percontohan). Ke depan kita akan evaluasi lagi dan kita akan merambah ke sekolah lainnya. Dan di Kukar, ini merupakan yang pertama kalinya,” tegasnya. (HMP. 02)